Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Internasionalisasi Bahasa Indonesia

       Bahasa merupakan media komunikasi bagi setiap mahluk hidup salah satunya bahasa indonesia. Bahasa indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa Persantuan Bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaanya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya Konstitusi. Bahasa Indonesia memiliki potensi besar menjadi penghubung bahasa antarbangsa, seiring makin tingginya minat warga asing untuk mempelajarinya. Hal inu terbukti dari banyaknya peneliti asing yang mengkaji bahasa dan budaya Indonesia (Scribd, 01/06/17). Selain itu, Bahasa Indonesia diyakini bisa menjadi bahasa internasional di tingkat ASEAN. Ini karena struktur bahasa Indonesia yang sederhana, mudah dipelajari, dan daya serap kosakata yang kuat. Pengguna atau penutur bahasa ini merupakan paling banyak di ASEAN dengan persebaran geografis yang sangat luas (Academia, 03/06/18). Maka dari itu, Bahasa Indonesia memiliki daya ungk...

Waspadai Berita Hoax

       Akhir – akhir ini diberbagai sosial media sering kali kita temui beberapa berita yang belum tentu kebenarannya atau hoax. Hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hoaks bukan sekedar  misleading  alias menyesatkan, informasi dalam  fake news  juga tidak memiliki landasan faktual, namun disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta. Saat ini, hoax sering muncul di internet dan memiliki tujuan untuk menyebarkan kepanikan dan ketakutan massal yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab (Liputan6, 10/1/19). Hoax bertumbuh-kembang seiring dengan meningkatnya popularitas media sosial. Media sosial memungkinan semua orang menjadi publisher atau penyebar berita, bahkan “berita” yang dibuatnya sendiri, termasuk berita palsu atau hoax. Hoax umumnya bertujuan untuk “having fun” atau humor. Namun, hoax juga bisa dijadikan alat propaganda dengan tujuan politis, mi...

Kebakaran Hebat yang Melanda Kalimantan Barat Tahun 2019

       Kebakaran hutan dan lahan semakin hari terus meluas di Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan Inews Jumat, (20/9/2019) jumlah titik panas sebanyak 1.431 di 14 Kabupaten. Kebakaran lahan di Kalimantan Barat pada tahun ini mencapai angka yang fantastik. Berdasarkan data yang dirilis Tribun Pontianak Minggu, (1/9/2019) luas lahan yang terbakar pada tahun ini kurang lebih 3.315 Hektare lahan. Akibat kebakaran tersebut banyak warga yang mengalami gangguan kesehatan salah satunya ISPA. Berdasarkan laporan Kompas Senin, (16/9/2019) jumlah warga yang menderita ISPA sebanyak 6.025 warga. Dari kebakaran tersebut, banyak warga yang tidak bisa melakukan aktivitasnya seperti biasanya.        Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat banyak dilakukan oleh ulah manusia yang lalai dan tidak bertanggung jawab. Berdasarkan laporan Detiknews Senin, (12/8/2019) penyebab kebakaran hutan dan lahan 90 persen karena faktor manusia, yaitu m...