Kebakaran Hebat yang Melanda Kalimantan Barat Tahun 2019
Kebakaran hutan dan lahan semakin hari terus meluas di Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan Inews Jumat, (20/9/2019) jumlah titik panas sebanyak 1.431 di 14 Kabupaten. Kebakaran lahan di Kalimantan Barat pada tahun ini mencapai angka yang fantastik. Berdasarkan data yang dirilis Tribun Pontianak Minggu, (1/9/2019) luas lahan yang terbakar pada tahun ini kurang lebih 3.315 Hektare lahan. Akibat kebakaran tersebut banyak warga yang mengalami gangguan kesehatan salah satunya ISPA. Berdasarkan laporan Kompas Senin, (16/9/2019) jumlah warga yang menderita ISPA sebanyak 6.025 warga. Dari kebakaran tersebut, banyak warga yang tidak bisa melakukan aktivitasnya seperti biasanya.
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat banyak dilakukan oleh ulah manusia yang lalai dan tidak bertanggung jawab. Berdasarkan laporan Detiknews Senin, (12/8/2019) penyebab kebakaran hutan dan lahan 90 persen karena faktor manusia, yaitu mereka yang melakukan kegiatan pembukaan lahan atau land clearing. Untuk itu diperlukan pelaksanaan pencegahan agar kebakaran ini tidak terjadi lagi dan tentunya perlu meniadakan aktivitas tersebut agar tidak merugikan orang lain.
Kepolisian dan pemerintah terus mengusut kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Barat ini. Mereka masih terus mendalami kasus kebakaran ini dengan melakukan penyelidikan-penyelidikan atas kejadian tersebut. Berdasarkan Tribunnews Kamis, (29/8/2019) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan tiga perusahaan di Kalimantan Barat yang menjadi tersangka kasus pembakaran hutan dan lahan yaitu PT SKM, PT ABP, serta PT AER. Untuk kejadian tersebut akan di proses oleh hukum agar memberikan efek jera dan sanki agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Api yang terus meluas di tengah musim kemarau ini menyebabkan kabut asap yang mengurangi jarak pandang, mencemari udara, mengganggu lalu-lintas penerbangan, hingga menimbulkan banyak keluhan kesehatan. Untuk itu, pemerintah baik pusat maupun daerah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api. Berdasarkan Liputan6 Selasa, (17/9/2019) cara yang masih diupayakan oleh pemerintah adalah menurunkan pasukan lebih dari 9000 personel, water bombing atau menjatuhkan bom air dari ketinggian menggunakan heli khusus , Modifikasi Cuaca dengan menyemai awan menggunakan garam, dan menggunakan Kalsium Oksida untuk mengurangi asap. Pemerintah berjanji akan terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Barat.
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat banyak dilakukan oleh ulah manusia yang lalai dan tidak bertanggung jawab. Berdasarkan laporan Detiknews Senin, (12/8/2019) penyebab kebakaran hutan dan lahan 90 persen karena faktor manusia, yaitu mereka yang melakukan kegiatan pembukaan lahan atau land clearing. Untuk itu diperlukan pelaksanaan pencegahan agar kebakaran ini tidak terjadi lagi dan tentunya perlu meniadakan aktivitas tersebut agar tidak merugikan orang lain.
Kepolisian dan pemerintah terus mengusut kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Barat ini. Mereka masih terus mendalami kasus kebakaran ini dengan melakukan penyelidikan-penyelidikan atas kejadian tersebut. Berdasarkan Tribunnews Kamis, (29/8/2019) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan tiga perusahaan di Kalimantan Barat yang menjadi tersangka kasus pembakaran hutan dan lahan yaitu PT SKM, PT ABP, serta PT AER. Untuk kejadian tersebut akan di proses oleh hukum agar memberikan efek jera dan sanki agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Api yang terus meluas di tengah musim kemarau ini menyebabkan kabut asap yang mengurangi jarak pandang, mencemari udara, mengganggu lalu-lintas penerbangan, hingga menimbulkan banyak keluhan kesehatan. Untuk itu, pemerintah baik pusat maupun daerah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api. Berdasarkan Liputan6 Selasa, (17/9/2019) cara yang masih diupayakan oleh pemerintah adalah menurunkan pasukan lebih dari 9000 personel, water bombing atau menjatuhkan bom air dari ketinggian menggunakan heli khusus , Modifikasi Cuaca dengan menyemai awan menggunakan garam, dan menggunakan Kalsium Oksida untuk mengurangi asap. Pemerintah berjanji akan terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Barat.
DAFTAR PUSTAKA
Detiknews(2019) Penyebab Karhutla 90% Ulah Manusia pada www.detik.com diakses pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul 20.45 WIB.
Inews(2019) Kabut Asap Pekat Selimuti
Kalimantan Barat pada www.inews.id diakses
pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul 10.40
WIB.
Kompas(2019) Sebanyak 6.025 Warga Kalbar Tercatat Menderita ISPA pada www.kompas.com diakses pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul 10.58 WIB.
Liputan6(2019) Upaya Pemerintah Padamkan Kebakaran Hutan pada www.liputan6.com
diakses pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul 20.56 WIB.
Tribunnews(2019) Tiga Perusahaan di
Kalimantan Barat jadi Tersangka Kebakaran
Hutan dan Lahan pada www.tribunnews.com
diakses pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul
20.50 WIB.
TribunPontianak(2019) Kalbar Peringkat ke 7 Lahan Terluas Terbakar pada www.tribunpontianak.co.id diakses pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul 10.50 WIB.
Inews(2019) Kabut Asap Pekat Selimuti
Kalimantan Barat pada www.inews.id diakses
pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul 10.40
WIB.
Kompas(2019) Sebanyak 6.025 Warga Kalbar Tercatat Menderita ISPA pada www.kompas.com diakses pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul 10.58 WIB.
Liputan6(2019) Upaya Pemerintah Padamkan Kebakaran Hutan pada www.liputan6.com
diakses pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul 20.56 WIB.
Tribunnews(2019) Tiga Perusahaan di
Kalimantan Barat jadi Tersangka Kebakaran
Hutan dan Lahan pada www.tribunnews.com
diakses pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul
20.50 WIB.
TribunPontianak(2019) Kalbar Peringkat ke 7 Lahan Terluas Terbakar pada www.tribunpontianak.co.id diakses pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul 10.50 WIB.
Komentar
Posting Komentar